Berita dari Kami
KPU Bea Cukai Priok Gagalkan Ekspor Kayu Ilegal dan Produk Garment
Diposting oleh Era Yuwono pada 08 Juni 2010 03:03:04

Pada Press Release yang dilangsungkan di ruang media center HiCo Scan Jakarta International Container Terminal diungkapkan bahwa eksportasi kayu ilegal tersebut menggunakan PEB yang diberitahukan oleh Eksportir PT MU / PPJK PT LTK. Kayu log tersebut dimuat dalam 4 (empat) kontainer ukuran 20 feet. Modus yang diduga digunakan adalah dengan memberitahukan uraian barang dalam dokumen PEB berupa Greaseproof Paper in Rectangular (kertas anti minyak).

Hasil pemeriksaan fisik bersama petugas BRIK terhadap 4 (empat) kontainer tersebut kedapatan berupa ± 15 M3 kayu log Ebony; 16 M3 kayu Ebony gergajian; 30 M3 kayu log Sonokeling; dan 2,5 M3 kayu Sonokeling gergajian.

Perkembangan sementara atas eksportasi kayu log tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan eksportasi tersebut.

Taksiran potensi kerugian negara yang timbul dari upaya eksportasi tersebut masih dalam proses penghitungan akan tetapi kerugian yang bersifat immaterial yaitu menyebabkan kerusakan ekosistem hutan dan lingkungan sebagai akibat penebangan kayu secara liar yang tidak dapat dihitung secara materi.

Terhadap upaya eksportasi kayu log ilegal tersebut diduga melanggar pasal 103 huruf (a) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 dengan ancaman pidana penjara minimal 2 (dua) tahun dan maksimal 8 (delapan) tahun dan/atau denda minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan maksimal Rp.5.000.000.000 (lima milyar rupiah) dan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 20/M-DAG/PER/5/2008 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan serta Permendag RI nomor 01/M-DAG/PER/1/2007 tanggal 22 Januari 2007 yang menyebutkan bahwa eksportasi kayu dalam bentuk kayu bulat dari pohon yang dipotong menjadi batang atau batang-batang bebas cabang dan ranting dan panjang tidak dibatasi merupakan komoditi yang dilarang untuk diekspor.

Pada kesempatan yang sama diungkapkan pula mengenai dua kasus ekspor penyalahgunaan Fasilitas KITE yang sebenarnya fasilitas ini bertujuan untuk peningkatan daya saing ekspor kita. Kasus-kasus eksportasi 1 (satu) kontainer 20 feet yang memuat berbagai jenis pakaian jadi/garment menggunakan fasilitas KITE tujuan Nigeria yang diberitahukan oleh PPJK PT. RI. Serta eksportasi 51 bales pakaian jadi/garment fasilitas KITE tujuan Malaysia oleh PT GUT (sebuah perusahaan yang berada di Jawa Tengah).

Adapun modus eksportasi tersebut antara lain :

•Industri yang memperoleh faslilitas KITE seharusnya mengekspor barang jadi sehubungan dengan penangguhan pembayaran BM dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) pada waktu impor bahan bakunya;
•Perusahaan-Perusahaan tersebut justru mengekspor barang-barang dari pasar dalam negeri yang bukan produk industri yang bersangkutan;
•Ekspor dengan modus tersebut bertujuan agar bukti realisasi ekspor dapat dipergunakan sebagai dasar pembebasan Bea Masuk dan PDRI atas bahan baku yang diimpor sebelumnya.

Terhadap 2 (dua) kasus ekspor produk garment ini telah dilakukan penyidikan oleh KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dengan tersangka berinisial ST, dkk dan ML, dkk. Nilai barang ekspor yang berhasil ditegah atas 2 (dua) kasus tersebut senilai lebih kurang Rp. 700.000.000 (tujuh ratus juta rupiah).

Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka ST, dkk adalah pasal 102 huruf (f) jo. pasal 103 huruf (a) UU Nomor 17 Tahun 2006. Dan terhadap tersangka ML, dkk dikenakan pasal 103 huruf (a) jo. pasal 103 huruf (c) UU Nomor 17 Tahun 2006 dengan ancaman pidana 1 (satu) tahun sampai dengan 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) hingga Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah).


Pemaparan Press Release disampaikan oleh (ki-ka) Bpk. Rahmat Subagio (Kepala KPU Bea Cukai Tg Priok), Bpk. Thomas Sugijata (Direktur Jenderal Bea dan Cukai), dan Bpk. Frans Rupang (Direktur Penindakan


Dirjen Bea Cukai dan Kepala KPU Bea Cukai menunjukan tegahan kayu ekspor


Dirjen Bea Cukai menunjukan salah satu produk garment yang berhasil ditegah


Produk Garment yang ternyata dibeli di Cipulir, bukan barang yg diimpor dengan fasilitas KITE


Berita Lainnya :
PUBLIC SPEAKING, AMAZING !! | Diposting oleh BKLI pada 28 Oktober 2014 18:40:08
RANGKAIAN ACARA SOSIALISASI DAN LAUNCHING PENYAMPAIAN DOKUMEN PELENGKAP PABEAN SECARA ELEKTRONIK | Diposting oleh BKLI pada 10 Oktober 2014 14:29:11
Kunjungan Benchmarking Diklat Pimpinan Khusus PPSDM | Diposting oleh BKLI pada 18 September 2014 14:39:12
PMK Penggunaan Dokumen Pelengkap Pabean Dalam Bentuk Data Elektronik dan Percepatan Pemeriksaan Pabean Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Telah Terbit | Diposting oleh BKLI pada 09 September 2014 12:37:30
KPU PRIOK NYARIS JUARA | Diposting oleh BKLI pada 08 September 2014 17:12:34
Kunjungan Field Visit Japan Customs and Tariff Bureau ke KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok | Diposting oleh BKLI pada 04 September 2014 16:05:18


Selengkapnya...

Butuh Informasi dan Bantuan?
Hubungi Unit Layanan Informasi Kami:

Telp:500-004  
Fax:43931365   Email:bkli_kpubcpriok@customs.go.id
Anda Dipersulit oleh Petugas?
Hubungi Unit Kepatuhan Internal Kami:

Telp:021-45603000  SMS:081282820777  PIN BB:2616B668
Fax:021-43930175  Email:kipengaduanpriok(a)yahoo.co.id
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok!!